Analisis Web Kominfo (UTS IMK No.2)
a. Referensi Mengenai Search Usability
- Web Navigation 101 (Krug, 2006)
- User biasanya mencoba untuk mencari sesuatu
Tidak seperti di dunia nyata, dalam website tidak ada seseorang yang akan berdiri dan menjelaskan dimana letak sesuatu yang kamu butuhkan berada.
- User akan memutuskan melakukan antara searching atau browsing terlebih dahulu
Mencari sesuatu di dalam website diibaratkan disebut searching yaitu mengetikkan deskripsi dari apa yang kamu butuhkan pada kotak pencarian dan hasilnya adalah daftar tempat dimana kamu bisa menemukannya.
- Jika user memilih melakukan browsing, maka gunakan model hierarki untuk menuntunnya
Hal ini akan membuat urutan pencarian yang lebih mudah untuk user.
- Jika user tidak dapat menemukan apa yang ia cari maka ia akan pergi
User akan keluar dari website ketika telah yakin tidak menemukan apa yang mereka cari atau mereka merasa frustasi karena tidak menemukannya.
- Top 10 Mistakes in Web Design (Nielson, 2011)
Kesalahan yang bisa dijadikan referensi diantaranya adalah :
- Pencarian yang buruk
Umumnya mesin pencari tidak dapat mengatasi kesalahan pengetikan, kemajemukan, tanda baca, dan lain-lain yang dalam pemrosesan query.
- Tidak mengubah warna dari link yang sudah dikunjungi
Jika pengguna mengetahui halaman yang sudah ia kunjungi maka ia tidak akan mengunjungi halaman tersebut berulang-ulang. Hal ini sudah diantisipasi sejak lama oleh Google namun website lainnya sepertinya belum mengikuti jejaknya.
- 20 Search Usability Guidelines (userfocus,2011)
Hal-hal yang dapat dijadikan referensi :
- Hasil pencarian yang jelas, bermanfaat dan peringkat menurut relevansi.
- Jika tidak ada hasil yang dikembalikan, sistem menawarkan alternative lain yang mungkin relevan.
- Halaman hasil pencarian tidak menunjukkan hasil duplikat
- Kotak pencarian cukup panjang untuk menangani panjang permintaan umum.
- Kotak pencarian dan kontrol diberi label secara jelas.
b. Analisis Kesalahan Website http://www.kominfo.go.id
Untuk segi antar muka, sebenarnya website ini sudah cukup bagus, hanya saja masih terdapat beberapa kekurangan dari segi fasilitas searching , diantaranya yaitu :
- Kotak Pencarian
Dari segi tata letak menurut saya sudah cukup baik, posisinya yang terletak di pojok kanan atas halaman membuat user lebih mudah untuk menemukannya, karena rata-rata orang melihat lebih cenderung dari kiri ke kanan. Hanya saja masih terdapat kekurangan pada bentuk tombol cari. Jika ingin terlihat sebagai sebuah tombol, ada baiknya jika tombol tersebut di terlihat seperti berbentuk tiga dimensi, memilki ruang dan dimensi, sehingga terlihat lebih gelap jika ditekan. Untuk lebih jelas bisa dilihat pada gambar berikut.
Gambar awal sebelum diubah :
Gambar setelah diubah :
![]()
Terlihat bahwa tampilan seperti tombol akan lebih terasa sebagai sesuatu yang dapat ditekan, sehingga dari segi antar muka gambar setelah diubah lebih baik dibandingkan gambar sebelum dilakukan perubahan.
- Pemberitahuan mengenai hasil pencarian
Umumnya, jika kita melakukan pencarian pada sebuah mesin pencari akan muncul sebuah pemberitahuan. Contohnya, apabila kita mencari kata “pornografi”, maka akan muncul pemberitahuan seperti “Result for pornografi” . Hanya saja, pada website milik kominfo ini hal tersebut sama sekali tidak ditemukan. Lebih jelas seperti gambar di bawah ini.
Pemberitahuan yang muncul setelah melakukan pencarian hanyalah “Hasil Pencarian”. Tidak jelas kalau pemberitahuan tersebut mengenai hasil pencarian terhadap kata apa. Untuk user yang masih ingat dengan kata apa yang ia cari, tentu saja tidak bermasalah. Tapi bagaimana jika dengan user yang ternyata lupa mengenai kata apakah yang sebenarnya ia cari? Tentu ia akan merasa bingung. Ada baiknya jika pemberitahuan tersebut diperbaiki menjadi seperti gambar di bawah ini.
![]()
Cukup dengan sedikit menambahkan kata-kata yang di cari pada akhir kalimat, sudah dapat memberitahukan kepada user mengenai kata apakah yang sebenarnya ia cari. Sebenarnya sangat simple, hanya saja cukup untuk membantu user dalam melakukan sebuah pencarian.
- Pemberitahuan untuk kata-kata yang tidak dapat ditemukan
Adakalanya sebuah website tidak memuat kata-kata yang ingin kita cari. Misalnya kita mencari kata “digimon” pada website kominfo. Tentu saja kata-kata tersebut tidak dapat ditemukan, karena tidak cocok dengan artikel-artikel yang umumnya dimuat oleh website ini. Hanya saja, masih terdapat kekurangan dalam hal pemberitahuan mengenai pencarian yang tidak relevan pada website ini. Jika kita melakukan pencarian pada Google dan Google tidak bisa menemukan kata-kata tersebut, biasanya Google akan menunjukkan pemberitahuan seperti “No Result Found”. Tetapi pada website milik kominfo ini, pemberitahuan yang tampil adalah seperti gambar di bawah ini.
Kata-kata “Hasil Pencarian” tetap ditampilkan dengan diikuti layar kosong karena tidak ada artikel yang dapat ditemukan. Dari segi antarmuka tentu saja hal ini sangat ganjil. Pemberitahuan menunjukkan “Hasil Pencarian” tetapi tidak ada satu hasil pencarian pun yang ditampilkan. Ada baiknya jika website ini tidak bisa memberikan hasil pencarian apapun, tunjukkanlah pemberitahuan seperti gambar di bawah ini.

Dengan menunjukkan tulisan seperti di atas, tentunya user tidak akan bingung apakah sebenarnya pencarian yang mereka lakukan berhasil atau tidak. Jika tetap menunjukkan pemberitahuan “Hasil Pencarian” tentunya user akan bingun mengenai keberhasilan pencarian yang ia lakukan. Karena pemberitahuan menunjukkan adanya hasil, tetapi sama sekali tidak ada hasil yang ditampilkan. Selain itu, untuk kata-kata yang tidak dapat dicari akibat salah pengetikan, ada baiknya jika mesin pencari menawarkan alternative lain yang mungkin relevan.
- Warna yang berbeda untuk link yang sudah dikunjungi
Apabila kita perhatikan pada Google, seringkali ada link yang warnanya berbeda dengan yang lainnya. Jika link lain berwarna biru, khusus untuk beberapa link tersebut warnanya berubah menjadi warna ungu. Mengapa demikian? Karena link tersebut sudah pernah kita kunjungi, sehingga kita bisa memperhitungkan apabila kita ingin mngunjungi kembali link tersebut atau tidak. Tentunya pemberitahuan seperti itu sangat membantu untuk mencegah kita mengunjungi link yang telah kita kunjungi apabila kita tidak ingin mngunjunginya lagi. Hanya saja, pada website milik kominfo ini, hal tersebut sama sekali tidak diberlakukan, untuk link yang sudah dikunjungi ataupun belum dikunjungi, warnanya tetap sama, sehingga membuat kita bingung mengenai link yang manakah yang sudah pernah kita kunjungi.
Artikel paling atas sebenarnya sudah pernah saya kunjungi. Hanya saja tidak terjadi perubahan warna di sana. Tentu akan sangat membingungkan jika ternyata saya tidak ingat bahwa link tersebut sudah pernah saya kunjungi. Ada baiknya jika gambar di atas diubah jadi seperti di bawah ini.
![]()
Link yang berwarna hitam menunjukkan bahwa link tersebut suda pernah dikunjungi, sedangkan untuk link yang berwana biru menunjukkan link yang belum pernah dikunjungi. Pemberitahuan sederhana seperti itu saja sudah cukup membantu user dalam menunjukkan link manakah yang sebenarnya sudah mereka kunjungi.
- Hasil pencarian yang paling relevan diletakkan paling atas, serta kata yang dicari dicetak tebal
Umumnya, jika kita melakukan browsing menggunakan Google, hasil pencarian yang paling relevan akan ditempatkan paling atas, kemudian kata yang kita cari dicetak tebal. Sedangkan pada website milik kominfo, hal tersebut sama sekali tidak berlaku. Untuk hasil pencarian yang relevan dan mengandung kata yang dicari, letaknya sama sekali tidak beraturan, sehingga sulit untuk mengetahui apakah pencarian yang kita lakukan berhasil atau tidak. Karena, artikel yang kita inginkan bisa jadi berada di paling atas ataupun paling bawah. Selain itu, untuk kata yang dicari, sama sekali tidak dicetak miring. Sehingga sulit bagi kita untuk mengetahui apakah artikel tersebut mengandung kata yang kita cari atau tidak. Kesalah-kesalahan tersebut bisa dilihat pada gambar di bawah ini.
Gambar di atas merupakan hasil pencarian dari kata “pornografi”. Terlihat di sana bahwa hasil pencarian paling atas sama sekali tidak mengandung kata-kata pornografi. Sedangkan artikel yang mengandung kata pornografi justru berada di urutan bawah. Selain itu kata pornografi yang ada di sana sama sekali tidak dicetak tebal. Sehingga sulit untuk mengetahui artikel manakah yang sebenarnya mengandung kata tersebut. Ada baiknya jika diubah seperti gambar di bawah ini.
Pada gambar di atas telah dilakukan beberapa perbaikan seperti pengurutan dimulai dari pencarian yang paling relevan dan cetak tebal pada kata yang dicari, sehingga user akan lebih mudah dalam menemukan artikel yang mereka inginkan.
c. Daftar Pustaka
Krug S. 2006. Don’t Make Me Think : A Common Sense Approach to Web Usability Second Edition. Berkeley : New Riders
Nielson J. (2011) Top 10 Mistakes in Web Design [Internet]. Tersedia dari : <http://www.useit.com/alertbox/9605.html> [Diakses 22 Oktober 2011].
Userfocus. (2011). 20 Search Usability Guidelines [Internet]. Tersedia dari : <http://www.userfocus.co.uk> [Diakses 23 Oktober 2011].




